HIV/AIDS

2024-01-09 00:00:00

Rifki Aris Sandi

Semoga AMAL ALMARHUM DITERIMA DI SISI NYA, Amienn Saya mohon kepada pihak terkait untuk melakukan EDUKASI agar hal hal seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari. Mereka seperti itu MUNGKIN karena tidak tau. TOLONG, Jangan JENTIK-JENTIK saja yang disosialisikan. PEMAHAMAN HIV/AIDS juga penting. HIV/AIDS itu tertular hanya melalui1. DARAH2. CAIRAN SEKRESI VAGINA3. SPERMA4. ASI Darah, semisal penggunaan Jarum Suntik yang digunakan bergiliran. Cairan Vagina dan Sperma melalui hubungan Sexual. dan Ibu yang mempunyai anak dan diberi ASI padahal sang ibu mempunyai HIV. Jadi, HIV/AIDS itu tidak menular melalui, Bersentuhan kulit, berpelukan, Ciuman, Gigitan Nyamuuk, Makan Minum bersama, Bersalaman. Makadari itu, Tidak ada alasan untuk tidak MEMULIAKAN JENAZAH. Berikut saya kasih link Youtube dr. Randi Adiwinata. https://youtu.be/ym6YusIb5ew Semoga Bermanfaat

Telah Diselesaikan
2024-01-10 00:00:00

Pengelola Lapor Lumajang

  Dinkeslumajang HIV/AIDS masuk dalam jajaran penyakit paling 'ditakutkan' di dunia. Pasalnya, penyakit akibat infeksi virus HIV ini merusak sistem kekebalan tubuh. Data Kementerian Kesehatan tahun 2017 mencatat dari 48.300 kasus HIV positif yang ditemukan, tercatat sebanyak 9.280 kasus AIDS. Adapun jumlah kumulatif kasus AIDS sejak pertama kali dilaporkan pada tahun 1987 sampai dengan Juni 2018 tercatat sebanyak 108.829 kasus.Pencegahan HIV/AIDSPerlu diketahui bahwa virus HIV tidak menular melalui penggunaan toilet bersama, gigitan nyamuk/ serangga, menggunakan alat makan bersama, bersalaman/ berpelukan, ataupun tinggal serumah dengan ODHA. Karenanya, berperilaku hidup bersih dan sehat dapat mencegah terjadinya penularan HIV dan tidak perlu menjauhi ODHA.Pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan melalui:Bagi yang belum pernah melakukan perilaku berisiko, pertahankan perilaku aman (dengan tidak melakukan perilaku seks berisiko atau menggunakan narkoba suntik)Bila tes HIV positif, selalu gunakan kondom saat berhubungam seksual, serta patuhi petunjuk dokter dan minum obat ARV, agar hidup tetap produktif walaupun positif HIVPengobatan ARV untuk menekan jumlah virusnya sehingga mengurangi kemungkinan penularan HIV serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHAUpaya PemerintahBerdasarkan keterangan Strategi dan Rencana Aksi Nasional (SRAN) tahun 2015-2019 yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Penanggulangan HIV/ AIDS, untuk mempermudah akses masyarakat kini bisa mendapatkan layanan pemeriksaan pendeteksi dini HIV/AIDS. Program ini dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.Selain itu, Kementerian Kesehatan memberi subsidi penuh dan mempermudah obat untuk penderita ODHA diakses oleh penderita HIV pada berbagai daerah. Obat ini dapat dikonsumsi dengan secara rutin oleh ODHA dan menekan banyak virus yang menyerang tubuhnya, serta menurunkan resiko penularan ke orang lain disekitarnya.   Dinkeslumajang Kegiatan sosialisasi dan pencegahan HIV/AIDS telah dilaksanakan tiap tahun sesuai kebutuhan masyarakat, di rencana kegiatan puskesmas sudah mencantumkan kegiatan sosialisasi hiv, untuk penilaian kinerja puskesmas (PKP) pun juga ada sosialisasi hiv pada remaja Usia smp ke atas.       Dinkeslumajang         Dinkeslumajang