Kelangkaaan Pupuk

2024-01-15 00:00:00

Sonang Steve VaiĀ 

Meneruskan keluhan Efek g ada pupuk urea desa kloposawit candipuro petani resah harus mengadu kpd siapa kelangka'an pupuk ini.?

Telah Diselesaikan
2024-01-15 00:00:00

Pengelola Lapor Lumajang

Dinas Pertanian Lumajang TerimakasihMohon ijin menyampaikan.Dikarenakan masih dalam perjalanan setelah 3 titik kami kunjungi, mulai dari Gucialit, Yosowilangun dan Tekung Baik... Sebelumnya kami berikan Analogi terlebih dahulu, guna samakan Persepsi.Kami, berikan contoh:di SPBU 'A' tersedia dan dijual BBM bersubsidi (Premium) dan non subsidi (Pertalite, Pertamax, dll).1. Jika, kendaraan bermotor kita kehabisan BBM. Sedangkan, Premium masih dalam proses untuk pengiriman. Terus bagaimana dan apa keputusan pribadi kita?Kitapun akan memilih, mengisi Pertalite/Pertamax, itu sebuah pilihan. daripada kita harus menuntun motor ataupun mendorong mobil. Karena, harus menunggu Premium yang belum datang.Jika sedemikian, hal yang terjadi. bahwasanya Premium kosong di SPBU tersebut. sedangkan Alternatif pilihan BBM lain masih ada... "Apakah itu dapat dikategorikan BBM Langka...?"2. Next... Setelah Premium atau BBM bersubsidi itu tersedia, di SPBU. Jikalau, kita melihat mobil Alphard mengisi Premium. Apakah hati kita tidak terenyuh, melihat kejadian seperti demikian.Kembali di permasalahan Pupuk.Hal ini, menjadi Perhatian Serius Pemkab Lumajang melalui Dinas Pertanian, jauh-jauh hari kita lakukan, koordinasi dengan Produsen dalam hal ini Petrokimia dan Pupuk Kaltim sekaligus seluruh Distributor.Kami terus berupaya. Meski dalam kenyataannya, kami memaksa agar kebutuhan pertanaman akan Pupuk, kepada Petani bisa secepatnya di salurkan.(Bisa di cek Dokumentasi kami : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=618102208951468&id=100022550830443 jika ingin lebih ada dan tersedia di wall kami)Selain itu, untuk melindungi petani dan agar penyaluran Pupuk Bersubsidi tepat sasaran.Atas, keputusan dan kesepakan bersama antara Produsen, Distributor serta Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). Kami terbitkan surat terlampir.Demikian, yang bisa kami sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf dan harap maklum.