Peminjaman Dana
Shri Werdhaning Ayu
Hai adminDaku mau laporan yaKemarin habis pulang seminggu dan ada hal yang rasanya menggelitik hati ini Soal pinjaman dana untuk usaha kecil masyarakat. Sebelumnya, saya tekankan bahwa saya kurang mengerti sebenarnya ini pinjaman dari mana dan untuk siapa. Karena menurut penjelasan tetangga saya, pinjaman ini dari kecamatan, dibayar bulanan, untuk membantu usaha rumahan masyarakat. Wah, saya terkejut dong ya... Baru tau ada program ini di desa saya. Soalnya ya saya tuh jarang pulang anaknya.Kemudian, saya ghibah tipis tipis dengan tetangga. Tentang persyaratan pengajuan pinjaman tersebut. Katanya, asalkan kelihatan ada jualannya, ya sudah, gpp. Beres. Entar tiap bulan ditagih cicilan. Dan dari hasil ghibah itu, saya mendapatkan informasi, katanya, sudah lumrah apabila uang pinjaman sudah cair, uangnya tidak sepenuhnya digunakan untuk modal usaha, melainkan untuk hal - hal kepentingan pribadi seperti perawatan, bayar hutang, belanja baju, dll.Yah, saya sebenarnya bukan mau menyalahkan orangnya yang menyalahgunakan uang pinjaman yang seharusnya buat modal itu sih.Saya percaya bahwa kasus ini adalah kasus umum di berbagai daerah, utamanya yang banyak masyarakatnya yang terlilit hutang bank titil.Saya kurang tau apakah ini ada dalam wewenang salah satu dinas yang berada dalam naungan pemkab Lumajang atau tidak.Tetapi disini saya mau menyampaikan pendapat min.Bantuan modal usaha itu adalah hal yang bagus, sangat bagus malah. Karena mendorong ekonomi masyarakat yang mandiri. Tetapi jika kemudian tidak ada persyaratan yang bisa digunakan untuk meminimalisir penggunaan dana modal menjadi dana belanja pribadi, maka sungguh, sepuluh kali meminjam pun, usahanya juga akan seperti itu itu saja.Mungkin, jika ada pinjaman modal usaha seperti itu, bisa digunakan prinsip seperti dalam program Mahasiswa Kewirausahaan.Mereka - mereka yang ingin mendapatkan pinjaman modal harus membuat proposal kewirausahaan beserta analisis SWOT nya.Kalau emak - emak apa bisa? Bisa dong. Caranya dengan melakukan pendampingan pembuatan.Kemudian ketika dana sudah cair, peminjam diharuskan membuat laporan penggunaan dana beserta dokumentasinya. Bukan hanya pokok kelihatan sudah jualan di rumah.Mungkin juga saran untuk siapapun yang senantiasa mengadakan latihan UMKM kecil. Eh, mungkin kategorinya UMKM super kecil. Karena jualannya diemperan depan rumah masing - masing.Mereka yang pinjam modal itu, butuh pelatihan managemen keuangan.Dan mereka yang sudah punya usaha agak besar kayak jualan krupuk dkk, butuh pelatihan marketing.Maksud saya, ini sudah jamannya revolusi industri 4.0, sampai kapan perekonomian di pedusunan akan muter dengan cara gali lubang tutup lubang.Mungkin tulisan panjang nan mbulet ini bisa dijadikan masukkan untuk dinas terkait.Yah, mungkin dinas terkait sudah melaksanakan apa yang saya tuliskan. Jadi tolong, emak - emak atau bapak - bapak yang mengajukan pinjaman modal untuk usaha, benar - benar diperhatikan. Supaya benar - benar bermanfaat bagi kehidupan nusa dan bangsa.