Khawatir Bencana Alam
GMPK Lumajang
KELUARGA INI HANYA PASRAH MENUNGGU BENCANA ITU DATANG KAPAN SAJA. Setiap hujan, rumah ini bocor, kondisinya jg rawan ambruk kapan saja,harus belajar di atas kasur krn ga punya meja dan lemari buku, listrik numpang di tetangga, yg memaksa hemat, bahkan untuk lampu belajar sj tidak ada.Ayahnya mengalami gangguan pendengaran,ibunya lemah dlm berpikir dan berbicara, kakak tirinya lumpuh sebelah, adiknya masih kecil.. Ayah dan ibunya kerja serabutan, harapan keluarga cuma ke dia.Bersekolah di SMU Yosowilangun,baru masuk thn ini, harus jual kambing untuk beli seragam, krn sekolah meminta biaya pengganti kain seragam senilai sejuta lebih, yg konon katanya gratis itu..Bahkan sepatu hitam sekolah yg diberi saudaranyapun salah ukuran.. KIP yang dia punya harus dihemat betul, agar dia bisa gunakan beli pulsa untuk DARING..tdk ada pintu kamar tidur di usia remaja dan berkumpul dgn saudara tiri yg jg dewasa, membuat dia cemas.belum lagi MCK yg tidak mrk miliki jg, dan harus numpang ke rumah tetangga setiap ingin buang hajat.. MIRIS....!!! ya.. Sangat memprihatinkan.. Ya.. Dia anak yg cerdas dan berbakat, dgn keterbatasan tsb, nilai setiap mata pelajarannya cukup bagus.. Apalagi jika fasiltas yang lbh baik... Rumahnya cuma berjarak sekitar 200 meter dari kantor desa tunjung rejo kecamatan yosowilangun. Saat ini sedang berjuang sendiri.. Sampai kapan hal ini akan berlangsung, akankah menunggu bencana terjadi, baru mendapat simpati...