Saran Pembasmian Hama
Saran
2025-02-11 07:51:00
Riyad
Telah Diselesaikan
2025-02-15 13:46:00
Pengelola Lapor Lumajang
Dinas Pertanian LumajangTerimakasih mas Riyad atas informasinya, baru saja kami di japri oleh mas Yaqin.Terkait, dengan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di lahan tersebut sekilas kami melihat dari foto tersebut. Mungkin ada beberapa hal yang perlu dan harus kami tanyakan untuk tambahan informasi.1. Dari sisa serangan OPT di tanaman padi tersebut, apakah daun padi tersebut putus?2. Dan, apakah ada foto atau video di lingkungan sekitar, semisal pepohonan dll.3. Kapan terakhir dilakukan pemupukan, apakah menggunakan pupuk dengan kandungan Pospor tinggi (NPK)?Sementara itu dulu, sebelum kami lanjutkan.RiyadDinas Pertanian Lumajang1. Ada yg hampir putus dan ada yg sudah putus2. Rumput dan pepohonan diskitar sudah saya roundap.3. 32hst. Mulai awal hanya ZA phonska subsidi dan urea non sub. NPK BElum masuk. Insek POC sudah.Dan perlu diketahui, bukan hanya dilahan saya.Hampir rata, bahkan yg masih 16hst juga diserang.Bila lebih jelasnya silahkan tanyakan pada bpp tekung barang kali pernah main2 ke lokasi atau sudah dpt kabar dari kelompok tani disini..Barang kali ada yg masih dipertanyakan, monggo tk jawab sebisa dn semampu saya.Dinas Pertanian LumajangRiyadSudah cukup, meskipun kami belum mendapatkan kepastian tentang jawaban yang baik serta utuh. Dan terimakasih sebelumnya.Sedikit kami menyimpulkan meskipun hanya sebatas pengamatan gambar. Dalam prediksi kami itu bukan serangan hama tikus. Namun, kerusakan dari serangan burung emprit yang bersarang di pohon kelapa.Adapun, burung tersebut turun untuk mencari makan dan minum. Dalam hal ini lumut, pertumbuhan lumut dapat tumbuh cepat karena tingginya penggunaan pupuk yang memiliki kandungan Pospor tinggi seperti Ponska ataupun NPK.Dan, cukup mudah serta tidak sulit jika memang serangan tersebut diakibatkan oleh serangan burung. Petugas POPT ataupun Rekan Penyuluh BPP Tekung bisa membantu dan menyelesaikan masalah tersebut.Dinas Pertanian LumajangMaha Nusa DewaPengamatan sepenuhnya dari foto ya Pak, kami sudah meminta informasi akan prosentase kerusakan (terpotong) ataupun kondisi lokasi persawahan. Namun belum mendapatkan jawaban yang detail.Dan pastinya "Kami tetap menjawab curhatan mas Riyad di ranah diskusi ini, yang terfasilitasi oleh Grup Lapor Lumajang". Besar harapan kami, hal ini tidak menjadikan debat kusir.---------------------------------------------Tikus merupakan hewan pengerat, hal ini berkaitan dengan salah satu poin yang kami tanyakan yakni "model kerusakan yang ditimbulkannya dilahan". Dan pastinya tikus sawah itu tidak besar kecil nan gesit.Kaitannya, dengan Pengendalian Tikus diperlukan kerjasama dan gotong royong antar Petani. Jika penanganan dilakukan sendiri-sendiri kurang efektif, karena serangan bisa berpindah dan merugikan petani lain.Dan disinilah pentingnya akan berkelompok dalam berusaha tani, salah satunya agar Pengendalian OPT Padi bisa dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan.Kami lampirkan, sebagaimana video kerusakan padi akibat serangan tikus. Kondisi lahan sedikit air, daun-daun berserakan dan bisa diperbandingkan dengan foto. TerimakasihDi 21 Kecamatan ada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP-Konstratani), sebagai kepanjangan dari Dinas Pertanian dalam memberikan pelayanan secara teknis di Lapangan.Secara rugulasi, tata aturan Dinas Pertanian dapat memberikan pendampingan kepada Petani yang tergabung Kelompok Tani.Pertanyaannya sebelum muncul postingan ini ada, apakah sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Poktan atau BPP Kecamatan Tekung?Karena sebelum Gerdal dilakukan Petugas POPT dan Penyuluh akan melakukan Surveilans Epidemiologi untuk melihat detail sebelum dilakukan RTL Gerdal Masal.Namun, jika Petani belum bersedia untuk berkomunikasi dengan Kelompok Tani diwilayahnya, apakah kami harus memaksa...?Jika sedemikian yang terjadi, harapan kami Petani bisa mandiri, untuk menanggulangi hama tikus tersebut. Terimakasih