Samsul Hadi Mustiono 
31 January 2024 00:00:00

Minta Pulangkan Anak Di China Proses Penanganan
  Cak thoriq ,anak sy nur afifatul khoiroh.asal ds sukorejo ,kunir lmj . Sdg kuliah dichina ,tepatnya Univ jiangzhu food ,kota Huai,an. Mereka mau plg ke lmj tapi kesulitan, dan evakuasi cm dikota wuhan, tlg klo cak toriq bs mhubungi KBRi spaya di segerakan evakuasi jg. Tksh

Minta Pulangkan Anak Di China
Badai
31 January 2024 00:00:00

Pelabelan PKH Bukan Rumah Sendiri Telah Diselesaikan
Mohon petunjuk bpk.bupati yg terhormat ..... Terkait labelisasi "warga miskin" penerima program PKH.Bagi "mereka" yg tidak menempati rumah pribadi (semisal rumah keluarga atau ngontrak) bagaimana nggih solusinya....karena pemilik rumah yg asli jelas keberatan klo rumahnya di labeli "miskin".Atau sebaiknya orang orang "miskin" ini di usir saja nggih...Mohon petunjuknya #caktoriq

Pelabelan PKH bukan Rumah Sendiri
Jompot
30 January 2024 00:00:00

Labelisasi PKH Di Gucialit Belum Ditanggapi
Desa dadapan gucialit kpn yg mau di kasi lebel stiap rumah yg dapet pkh di sini bayak yg orang mampu yg dapat

Labelisasi PKH Di Gucialit
Supadi
28 January 2024 00:00:00

Bantuan PKH Yosowiangun Belum Ditanggapi
Desa2 lain udah byk yg sudah di kasih label di rumah2 penerima bantuan PKH. YOSOWILANGUN LOR kapan ???????

Bantuan PKH Yosowiangun
Ubaidillah Najeeh
28 January 2024 00:00:00

Beasiswa Pemkab Telah Diselesaikan
Assalamualaikum Di lumajang ada nggak beasiswa dari pemkab?Kalau ada gimana daftarnya..

Beasiswa Pemkab
Ummu Zidan
27 January 2024 00:00:00

Beasiswa Mahasiswa Lumajang Telah Diselesaikan
Mohon informasinya dulur² Apakah ada info mengenai beasiswa khususnya bagi mahasiswa di Lumajang ???

Beasiswa Mahasiswa Lumajang
Widi Kurniawan
25 January 2024 00:00:00

Saran Bantuan PKH Belum Ditanggapi
Lur!. Ini sekedar saran saja!. Bagaimana jika Keluarga Tersebut sudah layak & Berhak Menerima Bantuan PKH, Dinding rumahnya tidak usah diberi Label Miskin!.

Saran Bantuan PKH
Maha Nusa Dewa
23 January 2024 00:00:00

Pengajuan BDT Telah Diselesaikan
cerita hari ini di kantor dinsos... saya disini adalah orang yang ikut membantu saudara yang difoto ini..berniat mengajukan bpjs dan tentunya di awali pengajuan DBT dulu.masuk ke ruangan pelayanan publik diberikan formulir dan diminta mengisi form form di dalamnya , kadang ada bahasa bahasa yang kurang dipahami oleh beberapa orangkami di arahkan ke pos parkir agar mengerjakan disana... iya disana ada meja tanpa kursi.. disana ada meja dan sapu karena mungkin terlalu kotor dan banyak daun berserakan di atasnya yang harus dibersihkan dulu makanya ada sapu yang di siapkan , tidak tau itu bocor atau habis di pel yang pasti disitu basah.fokusnya bukan disini karena saya pribadi dan saudara saya tersebut tidak keberatan sama sekali , kami sadar siapapun yang mengisi formulir tersebut adalah orang miskinselesai kami masuk dan karena disitu ada kode kode yg saya kurang fahami saya kembalikan dan katanya itu dikosongi saja itu petugas yang ngisi... hmmm,,, jadi satu lembar formulir di isi pemohon dan petugas ternyata(maaf saya baru tau)selanjutnya kami diminta kembali ke desa untuk meminta berita acara dan itu tidak masalah karena bagian dari prosedur,sebelum kami keluar kami sempat tanya "itu di input kapan dan data nya kapan bisa di lihat" jawab mbaknya setelah syarat terpenuhi dan data bisa dilihat minimal 6bulan dan bisa satu tahun(itupun tidak ada jaminan) oke lah karena itu urusan pusat.lalu ada pemohon lain yang sama tapi ini berkaitan dengan KIP ,mas nya itu bilang kalau nunggu datanya turun sampai setahun bisa jadi tidak kuliah kita , padahal menurut(entah siapa yang jelas beliau bicara menteri dan staf kepresidenan) itu cukup mengajukan BDT dan nanti Dinsos akan membuat keterangan ke pihak sekolah dengan melampirkan ID pengajuan DBT yang nanti dari pihak sekolah akan dikirim ke Dinas pendidikan.. , mbaknya bilang itulah mas keterbatasan kami , tidak ada informasi , koordinasi atau sosialisasi masalah masalah kayak gini.. tau tau warga di arahkan ke kami kami kan bingung juga jadinya..poin poin pertanyaan disini , apa benar itu informasi dari mas masnya tadi bahwa bisa mengajukan kip itu dengan berbekal ID PENGAJUAN BDT dari dinas sosial , apa harus nunggu data final dan pasti ? 6bulan kedepan anak didik pemohon BDT ini sudah menyebar untuk kuliah lho.. kasihan kan udah miskin,udah direkomendasi pihak sekolah,udah nilainya bagus dan pastinya sering ranking dan aktif di kegiatan sekolah.. yang terpilih cuma 4 dari 100 siswa artinya sudah ber prestasi.monggoh penjelasan nya %uD83D%uDE0A%uD83D%uDE0A

Pengajuan BDT
Maha Nusa Dewa
21 January 2024 00:00:00

Beasiswa Bidik Misi Telah Diselesaikan
ijin bertanya alur pengajuan BDT untuk mengajukan KIP mungkin dinas terkait bisa memberikan penjelasan

Beasiswa Bidik Misi
Dedy MisterKonveksi 
15 January 2024 00:00:00

Orang Gila Di Sukodono Proses Penanganan
Daerah Selokbesuki Sukodono banyak orang gila wajah baru. Mulai kemaren sudah 5 orgil baru yang sliweran sepanjang jalan Soekarno Hatta Selokbesuki Sukodono. Mereka sangat mengganggu, kadang tidur diteras rumah, nyebrang-nyebrang dan lari-lari dijalan. sangat membahayakan orang lain.

Orang Gila di Sukodono
Rasty Damayanti? 
15 January 2024 00:00:00

Labelisasi Rumah Penerima PKH Telah Diselesaikan
‎mohon maaf sebelumnya ini tentang label"keluarga miskin"bagi penerima bantuan pkhsaya penerima bantuan pkh atas nama:sri hayatiyg ingin saya tanyakan...jika rmh yg sya tempati itu bkan rmah sya apakah harus dan wajib dilabeli "keluarga miskin".krn posisi sya saat ini menumpang dirmh sodara krn rmh sya roboh n tdk bisa mndrikan lg krn faktor biaya.sedangkan sya hrus menafkhi 4orang anak.dan apakah harus sperti ini....kehidupan simiskin jd sorotan orang lain.

Labelisasi Rumah Penerima PKH
Erick
11 January 2024 00:00:00

Beasiswa Pemkab Telah Diselesaikan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh , mau tanya lur apakah beasiswa pemkab Lumajang ada sesi selanjutnya ? Soal kemarin ketinggalan informasi , terimakasih %uD83D%uDE4F

Beasiswa Pemkab
Tyo Yoseph
09 January 2024 00:00:00

Labelisasi PKH Belum Ditanggapi
kisah nyata terkait PKH. ada orang tidak mampu dia adlah penerima bantuan PKH stelah tau ada pelebelan keluarga miskin dia lebih memilih mundur meski dia sebenar'nya membutuhkan karena masih menghidupi cucu'nya yang ikut satu rumah dengan salah satu ank'nya yg lain.alasan'nya cukup simpel : Karena dia takut/kasian ank'nya nanti malu klo ada tulisan keluarga miskin di rumah'nya. mayoritas yg mundur dari bantuan PKH pasti beralasan sperti itu.Bagi saya pribadi : meski melihat keadaan rumah menjadi slah satu dari penilaian bantuan PKH di mata masyarakat it masih kurang efektif bagi saya klo belum tau latar belakang'nya.se jelek"nya rumah semua orang pasti ingin memperbaiki tempat tinggal mereka (cekne podo karo tanggane)Itu menurut saya pribadi. lek tak pikir yoh isin rek salae wes miskin umae di tulisi keluarga miskin.saran ; apa tidak ada kata lain/simbol/ agar kesan'nya tidak terlalu merendahkan derajat s'seorang.postingan ini hanya menurut pandangan saya.maaf sebelum'nya jika ada yang kurang berkenan ini hanyalah menurut pandangan dari orang yg biasa yg termasuk HAM untuk mengutarakan pendapat.

Labelisasi PKH
Lieta Althaf
08 January 2024 00:00:00

Bantuan PKH Belum Ditanggapi
Mohon maaf sebelumnya ini kedua kalinya saya menulis tentang Labelisasi Keluarga Miskin %uD83D%uDE4F Pelabelan KELUARGA MISKIN yang ditulis didinding rumah penerima bantuan PKH adalah kebijakan yang populer saat ini. Saya sebut sebagai kebijakan karena cara ini tidak diatur dalam peraturan daerah, peraturan menteri maupun di dalam undang2. Kebanyakan kepala daerah yang melakukan kebijakan seperti ini dengan maksud dan tujuan agar penerima bantuan PKH yang tidak sesuai dengan kriteria atau dengan kata lain 'sudah kaya' menjadi malu dan mundur dari daftar penerima bantuan. Tentunya hal ini tidak hanya membuat malu yang 'sudah kaya' saja, akan tetapi yang benar² miskinpun akan menjadi malu, dan ini akan berdampak psikologis bagi keluarga terutama anak² penerima bantuan. Perlu diingat bahwa data yang terdaftar sebagai penerima bantuan bukan berasal dari data 'asal njiplak' atau 'asal comot', data tersebut dilahirkan melalui sebuah proses pendataan yang dilakukan oleh pemerintah dengan sistem, prosedur serta tehnis yang cukup ketat terutama masalah kriteria dan kualifikasi penerima bantuan, dengan harapan data yang dihasilkan betul² akurat dan akuntabel serta dapat diterima oleh kebanyakan masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan secara baik oleh pemerintah. Dari ulasan ini kiranya sedikit jelas bahwa jika ada kesalahan dalam pendataan atau terdapat data yang di klaim salah sasaran (melenceng) maka yang bertanggungjawab adalah pemerintah. Lalu mengapa 'Si Miskin' yang dipermalukan?!? Maaf bukan bermaksud menggurui namun evaluasi internal terutama terhadap petugas pendata harus segera dilakukan mengingat kesalahan ini berawal dari kecerobohan petugas lapangan, bukan dari masyarakat yang di data. Pada tulisan pertama saya mengusulkan jika kebijakan ini benar² urgent dilakukan maka setidaknya ada seleksi yang harus dilakukan oleh pemerintah. Tentunya sesuai dengan maksud dan tujuan awal yaitu cukup rumah penerima bantuan yang 'dianggap kaya' saja yang diberi label miskin, dengan harapan kebijakan ini dapat memberikan 'efek jera' sehingga keluarga yang memang sudah kaya bersedia mundur dari daftar penerima bantuan PKH. Dan beberapa waktu lalu sudah dilakukan penulisan label miskin pada rumah keluarga penerima bantuan PKH, namun sayangnya sasaran pelabelan sepertinya dilakukan terhadap seluruh rumah keluarga penerima bantuan. Foto² yang saya tampilkan dibawah adalah dokumentasi proses pemberian label pada dinding rumah keluarga penerima bantuan, dan yang ada didalam foto tersebut adalah rumah keluarga yang 'menurut saya' benar² miskin dan memang layak menerima bantuan. Saya berharap semoga ini bisa menjadi evaluasi dan dipertimbangkan kembali oleh kepala daerah mengingat dampak psikologisnya terhadap keluarga terutama anak². Demikian, mohon maaf atas segala kekeliruan %uD83D%uDE4FTerimakasih . . .  

Bantuan PKH
Supadi?
08 January 2024 00:00:00

Pemberian Bantuan PKH Di Yosowilangun Belum Ditanggapi
 Yosowilangun lor kpn pemberian label keluarga miskin tiap rumah2 penerima bantuan PKH. Soale akeh seng luput/salah sasaran .

Pemberian Bantuan PKH Di Yosowilangun